Capsule Wardrobe Spring
Hello.. Hari ini aku ingin share tentang Capsule Wardrobe yang aku susun di awal tahun 2019.
Spring ceritanya, walau di Indonesia nggak ada musim semi ya hehe.
Capsule wardrobe sendiri adalah suatu metode menyusun isi lemari agar menghasilkan koleksi pakaian yang harmonis, stylish, dan mudah untuk dikombinasikan satu sama lain. Caranya yaitu dengan memilih sejumlah pakaian yang nyambung satu sama lain, yang akan digunakan dalam periode waktu tertentu. Tujuan capsule wardrobe adalah untuk memaksimalkan penggunaan tiap potong baju yang kita miliki sehingga kita bisa menjadi stylish tanpa harus belanja baju baru lagi dan lagi. Jadi, capsule wardrobe dalam jangka panjang diharapkan juga bisa membantu kita untuk berhemat, mengurangi kecenderungan belanja berlebihan, serta mengurangi sampah pakaian dan garmen yang makin menumpuk di TPA-TPA. Untuk aku secara pribadi, capsule wardrobe juga membantuku untuk menemukan personal style dan memilah pakaian yang benar-benar sesuai dengan style itu, sehingga aku lebih mudah memilih outfit setiap harinya.
Nah, tanpa berlama-lama lagi ini caraku menyusun capsule wardrobe:
1. Menentukan palet warna
Aku membagi pakaian-pakaian yang aku punya menjadi 2 jenis warna, warna dasar dan warna aksen. Hitam, putih, abu-abu, dan biru navy kumasukkan dalam warna dasar. Warna-warna lainnya kukategorikan dalam warna aksen. Dalam capsule wardrobe April 2019 ini aku memakai 2 warna dasar, yaitu putih dan abu-abu, dan 1 warna aksen, yaitu biru. Palet warna ini menjadi dasar untuk memilih baju yang akan aku gunakan dalam capsule wardrobe.
2. Memilih pakaian
Kini tiba saatnya memilih pakaian yang sesuai denga palet warna. Ada beberapa blog yang memberikan aturan untuk memilih hanya 33 potong pakaian dalam satu capsule wardrobe, tetapi aku sendiri tidak mengikuti aturan ini. Menurutku, karena tiap orang memiliki pola hidup dan pekerjaan yang berbeda, maka kebutuhan pakaian tiap individu pasti berbeda.
Pada capsule wardrobe kali ini, aku memilih 24 potong pakaian, yaitu:
Karena aku hanya mempunyai sedikit sepatu dan aksesoris, maka aku tidak memasukkannya ke dalam capsule wardrobe. Demikian pula dengan pakaian tidur dan underwear.
3. Organizing
Langkah terakhir adalah menyimpan baju-baju yang sudah kita pilih tersebut. Prinsipnya adalah menyimpan dengan rapi sehingga saat kita membuka lemari, semua baju yang kita punya bisa dilihat dengan mudah. Dengan demikian kita mudah memilih baju di pagi hari; dan karena baju yang tersedia dalam lemari kita nyambung satu sama lain, maka akan sangat mudah mix and match untuk menghasilkan outfit yang stylish dan nyaman.
Untuk metode penyimpanan baju, tidak ada aturan tertentu. Aku menggunakan sebuah lemari kecil dan sebuah clothes rack.
Mudah bukan, menyusun sebuah capsule wardrobe? Sekarang pagi hariku tidak lagi hectic dengan keributan memilih outfit yang chic. Semoga bermanfaat :)
Spring ceritanya, walau di Indonesia nggak ada musim semi ya hehe.
Capsule wardrobe sendiri adalah suatu metode menyusun isi lemari agar menghasilkan koleksi pakaian yang harmonis, stylish, dan mudah untuk dikombinasikan satu sama lain. Caranya yaitu dengan memilih sejumlah pakaian yang nyambung satu sama lain, yang akan digunakan dalam periode waktu tertentu. Tujuan capsule wardrobe adalah untuk memaksimalkan penggunaan tiap potong baju yang kita miliki sehingga kita bisa menjadi stylish tanpa harus belanja baju baru lagi dan lagi. Jadi, capsule wardrobe dalam jangka panjang diharapkan juga bisa membantu kita untuk berhemat, mengurangi kecenderungan belanja berlebihan, serta mengurangi sampah pakaian dan garmen yang makin menumpuk di TPA-TPA. Untuk aku secara pribadi, capsule wardrobe juga membantuku untuk menemukan personal style dan memilah pakaian yang benar-benar sesuai dengan style itu, sehingga aku lebih mudah memilih outfit setiap harinya.
Nah, tanpa berlama-lama lagi ini caraku menyusun capsule wardrobe:
1. Menentukan palet warna
Aku membagi pakaian-pakaian yang aku punya menjadi 2 jenis warna, warna dasar dan warna aksen. Hitam, putih, abu-abu, dan biru navy kumasukkan dalam warna dasar. Warna-warna lainnya kukategorikan dalam warna aksen. Dalam capsule wardrobe April 2019 ini aku memakai 2 warna dasar, yaitu putih dan abu-abu, dan 1 warna aksen, yaitu biru. Palet warna ini menjadi dasar untuk memilih baju yang akan aku gunakan dalam capsule wardrobe.
2. Memilih pakaian
Kini tiba saatnya memilih pakaian yang sesuai denga palet warna. Ada beberapa blog yang memberikan aturan untuk memilih hanya 33 potong pakaian dalam satu capsule wardrobe, tetapi aku sendiri tidak mengikuti aturan ini. Menurutku, karena tiap orang memiliki pola hidup dan pekerjaan yang berbeda, maka kebutuhan pakaian tiap individu pasti berbeda.
Pada capsule wardrobe kali ini, aku memilih 24 potong pakaian, yaitu:
Karena aku hanya mempunyai sedikit sepatu dan aksesoris, maka aku tidak memasukkannya ke dalam capsule wardrobe. Demikian pula dengan pakaian tidur dan underwear.
3. Organizing
Langkah terakhir adalah menyimpan baju-baju yang sudah kita pilih tersebut. Prinsipnya adalah menyimpan dengan rapi sehingga saat kita membuka lemari, semua baju yang kita punya bisa dilihat dengan mudah. Dengan demikian kita mudah memilih baju di pagi hari; dan karena baju yang tersedia dalam lemari kita nyambung satu sama lain, maka akan sangat mudah mix and match untuk menghasilkan outfit yang stylish dan nyaman.
Untuk metode penyimpanan baju, tidak ada aturan tertentu. Aku menggunakan sebuah lemari kecil dan sebuah clothes rack.
Mudah bukan, menyusun sebuah capsule wardrobe? Sekarang pagi hariku tidak lagi hectic dengan keributan memilih outfit yang chic. Semoga bermanfaat :)


Comments
Post a Comment